Analisis Skenario; About Elly

Karakterisasi
Dalam film ini karakter protaginis bukanlah Elly, melainkan Sepideh. Sepideh dikarakterkan sebagai seorang ibu muda yang baik. Sepideh memiliki seoranga anak yang diajar oleh Elly di sekolah. Iya, Elly merupakan guru sekolah dari anak Sepideh. Diceritakan bahwa Sepideh cukup dekat dengan ruru sekolah anaknya itu, karena
kedektannyanya, mereka sering melakukan beberapa pembicaraan di luar pembicaraan tentang sekolah anaknya. Hal ini yang membuat Sepideh cukup iba dan mengajak Elly untuk pergi Bersama keluarganya. Salah satu pembicaraan yang personal adalah tentang ercintaan. Sebagian bersar masyarakat di Iran, mungkin menganggap memiliki keluarga dan saling mencintai sepasang suami-istri merupakan hal yang penting, maka Sepideh berusaha membantu Elly untuk menyelesaikan masalah pribadinya dengan menjodohkannya kepada Ahmad. Karakter Sepideh yang sudah menjadi ibu, memberikan kekokohan pagi pengembangan karakternya, di mana sebagai isteri yang memiliki suami dan anak merasakanya suka dan duka menjadi wanita dalam keluarganya. Hal yang mungkin ia takuti jika dukanya terjaid pada Elly yang masih muda.
Film ini memiliki banyak hambatan bagi si protagonist yang disebabkan dari dirinya sendiri. Niat baiknya adalah antagonis itu sendiri. Beberapa kali Sepideh berusaha agar Sepideh mengatakan kebohongan kepada keluarganya karena Sepideh yakin, dengan membohongi keluarganya, Sepideh dapat menyelamatkan Elly. Begitu kuatnya peran Sepideh dalam hidup Elly saat itu. Bahkan ketika Elly merasa tidak membutuhkan apa yang Sepideh berikan kapada Elly. Selanjtunya, karena kebohongan yang Sepideh lakukan, membawa Sepideh pada kenyataan bahwa keluarganya kini mulai tidak menyukai Sepideh dan menganggap masalah bersarnya adalah Sepideh. Satu per satu masalah yang sebenarnya kini diungkap oelh Sepideh hingga kemunculan tunangan Elly. Saat itu, keadaannya semakin runyam. Jika Sepideh justru mengatakan keadaan yang sebenarnya kepada tunangan Elly. Maka, Sepideh hanya akan mempermalukan keluarganya. Sepideh berusaha menyatakan yang sebenarnya karena kasihan kepada Elly, hingga saat tunangannya bertanya pada Sepideh, Sepideh memilih untuk menyelamatkan keluarganya.
Karakter di sini juga semakin beragam dengan kehadiran karakter refleksi, karakter sekunder, dan karkater temaik.  Sesungguhnya jika saya perhatikan, karakter pada film About Elly ini merupakan karakter tematik. Semuanya bisa masuk dalam kategori karakter tematik.
Selama film ini berlangsung, saya sebagai penonton menyadari bahwa saya adalah Sepideh yang memahami Elly. Kemudian saya berpindah menjadi setiap karakter pada film ini. Karkater di sekeliling Elly merupakan karakter yang beubah menjadi karakter tematik. Seperti Ahmad yang semakin menebak-nebak siapa Elly sesungguhnya. Hingga pada kejadian ketika Elly hilang, maka Ahmad berubah menjadi karakter refleksi.
Beberapa karkater yang ada di sekeliling Sepideh ketika Elly hilang, menjadi karakter protagonist dan karakter tematik itu sendiri. Saya sebagai penonton tidak tahu menahu apa yang terjadi sehingga setiap karakter yang bersinggunagn dengan Sepideh akan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata dnegan kemunculan karakter yang bersinggungan dengan Sepideh, saya jadi memahami apa yang terjadi sebenarnya.
Karakter sekunder juga terjadi pada setiap karakter klise yang ada di film ini. Jika saya mengatakan bahwa polisi, orang-orang di pinggir jalan, atau banyak karakter sekunder klise lain yang mudah ditebak, maka kehadiran karakter-karakter utama juga menjadi karakter klise di sini.
Dalam sebuah perjalanan keluarga dan ingin melakukan pejodohan, tentu ada beberapa pasang keluarga yang memiliki anak dan bersikap sebagaimana manusia yang sering kita temui. Iya, ini menjunjukan bahwa mungkin saja karakter utama dalam film ini menjadi karakter sekunder yang klise. Namun, aksi yang mereka berikan sebagai karakter sekunder, melepaskan karkater sekundernya dan berubah menjadi karakter tematik.

Suara:
Efek suara pada film memberikan kebutuhan realita yang lebih besar. Selain itu keberadaan efek suara juga bisa membangun karakterisasi, membangun emosi, mensuplay informasi, hingga memberikan penekanan pada bagian-bagian tertentu.
Saya sudah membahas karakterisasi, maka pada film ini karakter masuk pada suasana di pantai. Debur ombak bahkan ketika tidak diperlihatkan bahwa sedang ada ombak di sana. Suara masuk bukan ntuk mengkarakterisasi si tokoh, melaikan untuk mengkarkaterisasi (mendesripsikan) tempat kejadian dalam film itu.
Emosi yang dibangun menggunakan efek suara pada film About Elly berada pada setiap adengan di mana Sepideh batuk atau mendesah karena lemas dan merasa bersalah atas hilngnya Elly. Emosi yang kuat berada pada setiap karakter yang memarahi Sepideh atas apa yang dia lakukan terhadap Elly.
Pensuplyan informasi seperti yang saya bahas mengenai mendeskripsian suara pantai. Iya, suara di gunakan untuk menjelaskan keberadaan mereka. Seperti tetika di dapur dan tidak menunjukan pantai namun tetap memberikan efek suara debur ombak. Hal ini tentu tidak lain untuk memberi tahukan kepada penonton bahwa mereka da di pantai.
Penekanan pada bagian tertentu akan saya ambil dari scene ketika di dapur dan sumi Sepideh bertanya. Di sana, Sepideh tidak memberikan kejelasn, hingga sang suami mengyinggung ombak dan terjadilah suara ombak yang menabrak karang. Penekanan bahwa baru saja seseorang mati tenggelam di laut.

Musik:
            Music selalu menjadi hal yang menarik untuk setiap film. Agar tidak bosan hinga memberikan pengaruh yang sangat besar pada kebutuhan di film ini. About Elly menghapus semua music di dalamnya. Selama saya menonton. Saya sama sekali tidak merasakan adanya music di sana. Terkecuali nada dering dari ponsel Elly. Itupun masuk ke dalam kebutuhan realitas suara. Bukan music yang akan dibahas secara keseluruhan. Film sederhadan karaya Asghar Farhadi ini berani memberikan sebuah tontontan ‘monotone’ tampa membuat bosan, bakan sebagai penonton, saya tidak peduli music itu ada atau tidak.

Dialog:
            Dialog adalah percakapan lisan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Dialog yang telah dipergunakan secara luas sejak unsur suara berhasil disinkronisasikan dengan unsur gambar tentu akan memberikan tambahan informasi dan koneksi antara karakter yang saling berinteraksi. Setiap karakter memiliki ciri khasnya masing-masing, di sini, penggunaan dialog juga sangat berperan penting. Ketika muncul dialog pada setiap karakter, menunjukan bahwa karakter itu mempunyai ciri khas dan karkter masing-masig.
            Pengekspresian emosi juga bisa dengan mudah dilontarkan melalui dialog. Kita bisa mendengar dengan jelas ekspresi salh satu karakter ketika dia sedang bermain volley dan tertawa-tertawa dengan temannya. Seketika, orang itu berubah menjadi panik dan hamper marah saat mengetahui anaknya tenggelam ke laut.
            Fungsi lain dialog adalah menggerakan plot itu sendiri. Saya menyukai part pada bagian ini, ketika fungsi dialog sepenuhnya menjadi penggerak. Scene ketika tunangan Elly bertanya kepada seorang ibu pemikin villa. Ibu pemilik villa memberi tahu bahwa sedang ada pengantin baru yang isterinya tenggelam. Plot mulai naik merangkak ketika tunangan Elly merasakan ada hal yang tidak beres.
Dialog di sini kebanyakan menggunakan tipe non-formal karena disesuaikan dengan kenuthuhan cerita bahkan untuk dialog kepada petugas keamanan pantai dan dokter di rumah sakit yang memberi tahu keadaan Elly.

Penonton:
Identifikasi yang dijelaskan pada film About Elly cukup rumit sehingga membutuhkan waktu lama untuk disadari, harus menonton hingga film ini habis. Seperti Sepideh yang begitu baiknya kepada Elly hingga pada akhirnya dia tetap memilih untuk membela keluarganya. Ketika elly yang benar-benar tidak diketahui siapa dia sebenarnya. Karkater lain tidak tahu apa yang terjadi, dan sebagainya.
Antisipasi yang dilakukan oleh penonton ketika menonton film ini dibuat terlalu bertele-tele dna berputar. Justru dari sini saya merasakan kekesalan yang membanggaka. Ketika saya lelah dengan film yang bertele-tele, keadaannya semakin membuat saya tertarik untuk terus mengikuti kerunyaman ini. Penonton tidak diberikan kesempatan yang “pasti” untuk menebak, kaena semua jawaban seadakn berada pada Sepideh.
Saya sebenarnya kesal ketika mendapat surprise pada film ini, ketika Sepideh tidak tahu siapa Elly sebenarnya. Ini surprise yang bukan menjadi titik pucak dari cerita namun awal perjalanan dari cerita ini. Surprise yang menyebalkan dan membuat peotnton tertarik mengikuti drama membosankan ini hingga ahkir.

Struktur dramatic:
            Melihat secara mendalam, bisa saja saya menyebutkan bahwa film ini memiliki truktur dramatic. Maksud melihat secara dalam adalah, jika saya memang mencari kesamaan struktur dalam film ini dengan struktur tiga babak. Awal, tengah, akhir – pengenalan, aksi, konklusi. Namun, jika ditelaah dengan teliti, film ini justru enghindari pola tiga babak pada umumnya, walaupun tetap bisa disangkut pautkan.
            Saya menyadari hal ini bisa masuk dalam struktur tiga babak karena pada awalnya, kita seakan dipekenalkan dengan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mereka pergi untuk melakukan perjalanan. Kemudian, diberikan aksi untuk menyelesaikan masalah atas hilangnya Elly, hingga Elly ditemukan.

            Sayangnya, saya ingin menentang jika film ini mengunakan struktur tiga babak. Di awal mungkin kita berpikir bahwa mereka mnegenalkan tokoh, tetapi sampai akhir, baru penonton mengetahui siapakah tokoh-tokoh itu, terutama Elly. Pada pertengahan yang sepertinya menunjukan aksi, sebenarnya merupakan awal dari pengenalan setiap tokoh, karena dengan hilangnya Elly, karkater setiap took baru muncul. Kemudian pada akhirnya, ketika penonton menemukan Elly yang penonton pikir merupakan konklusinya, ternyata konklusinya adalah pernyataan Sepideh, karena konklusi film ini bukan menemukan Elly, tapi mendapatkan kembali ketentraman keluarga Sepideh.

Popular Posts