Puisi Cinta yang Kutata dalam Kereta

Mana mungkin aku mempuisikan hal yang lebih indah dari puisi?


Puisi itu sekadar fiksi yang disusun dari beragam diksi berdasarkan fantasi.

Beberapa puisi mungkin memang saksi, namun sisanya cuma keengganan aksi.

Fraksi-fraksi sesekali mereduksi delegasi yang ujungnya resi.

Mudah saja aku asimilasi delusi sampai ereksi.

Lalu sublimasi visi untuk dinegasi.

Tenang, tenang, puisiku hanya puisi.

Puisiku untuk puisi.

Bukan untuk _ _ _ I



B A B I






- tcdeliesza -
Aku menulis karena gelisah, kamu (siapapun itu) jangan bangga menjadi kegelisahanku, kamu mungkin abadi di lembar ini, namun aku tak anggap kamu lagi.

Popular Posts